Dunia anak adalah dunia bermain, belajarnya anak sebagian besar melalui permainan yang mereka lakukan (Suyadi, 2009). Game edukasi sangat menarik untuk dikembangkan, karena anak-anak lebih menyukai bermain daripada belajar. Game Edukasi yaitu suatu kegiatan yang sangat menyenangkan dan dapat merupakan cara alat pendidikan yang mendidik (Ismail, 2006). Selain membuat anak belajar dengan senang, melalui bermain, anak dapat menguasai pelajaran yang lebih menantang. Sebagai contoh, dalam pelajaran pada tingkat kesulitan tertentu (berhitung, misalnya), anak bisa dengan mudah menguasai pelajaran tersebut justru dengan bantuan alat permainan, jarimatika, misalnya. Dengan demikian, antara belajar dan bermain merupakan dua hal yang saling melengkapi satu sama lain (Suyadi, 2009).
Orang tua dan guru memegang peranan penting dalam memilih dan menentukan jenis permainan yang cocok dengan perkembangan anak. Pemilihan dan penentuan jenis permainan ini sama persis dengan pemilihan materi pelajaran oleh guru yang sesuai dengan perkembangan peserta didik. Pemilihan ini sangat penting dilakukan, karena banyak jenis-jenis permainan yang justru merusak aspek tertentu dalam diri anak. Sekadar contoh, bermain manusia karet, video games, terutama mainan semacam smack down dan tembak-menembak, serta mainan-mainan yang lain. Apabila orang tua dan guru salah dalam menentukan jenis permainan, maka akan mengganggu pembentukan karakter dan kecerdasannya. Sebaliknya, pemilihan permainan yang selaras dengan perkembangan anak akan mengembangkan aspek kecerdasan tertentu, sehingga kesannya bermain untuk belajar dan bukan bermain untuk mainan itu sendiri (Suyadi, 2009).
Game edukasi memiliki tiga basis permainan, yaitu permainan berbasis alat (media), permainan berbasis kegiatan dan permainan berbasis komputer. Permainan berbasis alat yaitu permainan dengan menggunakan alat-alat atau benda yang tidak terpakai sebagai alat permainan edukatif. Permainan berbasis kegiatan yaitu permainan yang tanpa mengandalkan alat dan bahan berbentuk materi. Sedangkan permainan berbasis teknologi adalah sumber belajar berteknologi tinggi bagi anak dan menggunakan komputer sebagai penunjangnya (Suyadi, 2009). Menurut Virvou (2005) teknologi game (edukasi) dapat memotivasi pembelajaran dan melibatkan pemain, sehingga proses pembelajaran lebih menyenangkan.
Alat permainan edukatif sebenarnya dapat kita buat sendiri. Membuat alat permainan edukatif secara mandiri sangat diperlukan. Ada dua alasan, yaitu keterbatasan dana untuk membeli alat permainan edukatif secara memadai dan di sekeliling kita sesungguhnya banyak bahan-bahan atau benda-benda berserakan yang dapt digunakan untuk membuat alat permainan edukatif. Sebagai contoh, dari kayu kita dapat membuat berbagai macam alat permainan edukatif misalnya balok, keeping papan, puzzle dan lainnya. Gabus dapat dibuat menjadi balok dari gabus, balok bongkar pasang dan balok bilangan dan huruf dari gabus. Kain perca dapat dibuat menjadi boneka atau mainan-mainan lain sejenis. Pelepah dedaunan dapt dibuat menjadi kereta-keretaan dan masih banyak sumber-sumber dari alam yang lainnya.
Menurut Dyta (2013) Game edukasi memiliki banyak kelebihan dibandingkan dengan pembelajaran konvesional. Salah satu kelebihan utama game edukasi adalah pada visualisasi dari permasalahan nyata. Game edukasi berbasis simulasi didesain untuk mensimulasikan permasalahan yang ada sehingga diperoleh esensi atau ilmu yang dapat digunakan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Game simulasi dengan tujuan edukasi ini dapat digunakan sebagai salah satu media edukasi yang memiliki pola pembelajaran learning by doing. Berdasarkan pola yang dimiliki oleh game tersebut, pemain dituntut untuk belajar sehingga dapat menyelesaikan permasalahan yang ada. Status game, instruksi, dan tools yang disediakan oleh game akan membimbing pemain secara aktif untuk menggali informasi sehingga dapat memperkaya pengetahuan dan strategi saat bermain.
Adapun dampak positif dan negatif game edukasi: Menurut Edward (2009) antara lain: 1) Game banyak digunakan orang untuk mengajarkan suatu pengetahuan dan membangun keterampilan baik dibidang edukasi, bisnis maupun militer, 2) Game effektif digunakan untuk membangun kemampuan matematika dan membaca pada anak, dibuktikan dengan penelitian yang dilakukan oleh Murphy dan kawan-kawan pada tahun 2002, 3) Game terbukti effektif untuk membantu anak-anak penderita ashma dan diabetes mengelola kebiasaan hidup sehat, penelitian dilakukan oleh Lieberman pada tahun 1997 dan McPhershon dan kawan-kawan pada tahun 2006, 4) Banyak bisnis menggunakan game edukasi untuk membangun keterampilan karyawan mereka seperti Cisco mengajarkan karyawan mereka pengenalan tools dasar dan security network melalui sebuah game, 5) Pada tahun 2007 militer AS menggunakan game dalam training personil militer seperti simulasi penerbangan pesawat dan pemakaian sistem persenjataan. Sedangkan dampak negatif dari game edukasi yaitu: dapat menyebabkan ketergantungan atau kecanduan apabila penggunaannya tidak dibatasi, Waktu yang dibutuhkan untuk bermain game ini dapat menyita waktu untuk bermain dengan teman sebaya yang dapat melatih jiwa sosial anak.
Adapun dampak positif dan negatif game edukasi: Menurut Edward (2009) antara lain: 1) Game banyak digunakan orang untuk mengajarkan suatu pengetahuan dan membangun keterampilan baik dibidang edukasi, bisnis maupun militer, 2) Game effektif digunakan untuk membangun kemampuan matematika dan membaca pada anak, dibuktikan dengan penelitian yang dilakukan oleh Murphy dan kawan-kawan pada tahun 2002, 3) Game terbukti effektif untuk membantu anak-anak penderita ashma dan diabetes mengelola kebiasaan hidup sehat, penelitian dilakukan oleh Lieberman pada tahun 1997 dan McPhershon dan kawan-kawan pada tahun 2006, 4) Banyak bisnis menggunakan game edukasi untuk membangun keterampilan karyawan mereka seperti Cisco mengajarkan karyawan mereka pengenalan tools dasar dan security network melalui sebuah game, 5) Pada tahun 2007 militer AS menggunakan game dalam training personil militer seperti simulasi penerbangan pesawat dan pemakaian sistem persenjataan. Sedangkan dampak negatif dari game edukasi yaitu: dapat menyebabkan ketergantungan atau kecanduan apabila penggunaannya tidak dibatasi, Waktu yang dibutuhkan untuk bermain game ini dapat menyita waktu untuk bermain dengan teman sebaya yang dapat melatih jiwa sosial anak.
Referensi
Edward, S. L. (2009). Learning Process and Violent Video Games. Hand Book of Research on Effective Electronic Game in Education. Florida: University of Florida
Eka Dyta, Septian. (2013). Rancang Bangun Aplikasi Game Edukasi Anak Untuk Mengenal Bentuk dan Warna Benda. Jurnal UDINUS Semarang
Ismail, Andang. (2006). Education Games. Yogyakarta: Pilar Media
Suyadi. (2009). Permainan Edukatif Yang Mencerdaskan. Yogyakarta: Power Books
Virvou, M. (2005). Combining Software Games with Education: Evaluation of Its Educational Effectivinnes. Journal Educational Technology and Society, 8 (2) , 54-65.

0 komentar:
Posting Komentar