Pembelajaran dikatakan baik
apabila telah mencapai tujuan. Salah satu tujuan dari pembelajaran yaitu
peserta didik dapat meningkatkan potensi yang ada pada dirinya. Peserta didik
memerlukan berbagai aneka informasi yang beragam agar mampu memperluas wawasan
mereka. Mayoritas proses pembelajaran yang ada pada saat ini hanyalah
pembelajaran dengan demonstrasi. Pembelajaran yang demikian kurang mampu
mengoptimalkan potensi yang di dalam diri mereka, karena peserta didik akan
cenderung merasa jenuh dan bosan sehingga peserta didik kurang mampu menyerap
pembelajaran dengan baik. Game Edukasi dengan tim adalah pembelajaran dengan
tim yang melibatkan aktivitas seluruh siswa tanpa harus ada perbedaan, melibatkan
peran siswa sebagai tutor sebaya dan mengandung unsur permainan dengan game
digital yang dirancang untuk pengayaan pendidikan (mendukung pengajaran dan
pembelajaran) menggunakan teknologi multimedia interatif.
Sabtu, 19 Desember 2015
GAME EDUKASI DENGAN TIM SEBAGAI PENGAYAAN PENDIDIKAN
Kamis, 10 Desember 2015
MENGENANG 100 HARI PAK NUGROHO
Mengenang 100 hari Pak Nugroho adalah salah satu acara dari Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan dengan HIMA KTP 2015 sebagai panitia acaranya. Acara ini diperuntukkan untuk mengenang kepergiannya Pak Nugroho yang merupakan dosen Kurikulum dan Teknologi Pendidikan. Acara ini diadakan pada hari Selasa, 8 Desember 2015 pukul 08.30 di Dekanat lantai 3 FIP. Semua mahasiswa baik yang aktif maupun alumni berkumpul dalam acara ini. Tidak ketinggalan diundang juga keluarga dari Pak Nugroho yang merupakan tamu utama dari acara ini dan juga dihadiri dosen-dosen Kurikulum dan Teknologi Pendidikan.
Selasa, 08 Desember 2015
Jumat, 04 Desember 2015
GAME EDUKASI
Dunia anak adalah dunia bermain, belajarnya anak sebagian besar melalui permainan yang mereka lakukan (Suyadi, 2009). Game edukasi sangat menarik untuk dikembangkan, karena anak-anak lebih menyukai bermain daripada belajar. Game Edukasi yaitu suatu kegiatan yang sangat menyenangkan dan dapat merupakan cara alat pendidikan yang mendidik (Ismail, 2006). Selain membuat anak belajar dengan senang, melalui bermain, anak dapat menguasai pelajaran yang lebih menantang. Sebagai contoh, dalam pelajaran pada tingkat kesulitan tertentu (berhitung, misalnya), anak bisa dengan mudah menguasai pelajaran tersebut justru dengan bantuan alat permainan, jarimatika, misalnya. Dengan demikian, antara belajar dan bermain merupakan dua hal yang saling melengkapi satu sama lain (Suyadi, 2009).
Label:
edukasi,
game,
game edukasi,
pembelajaran,
pembelajaran alternative,
permainan
Langganan:
Postingan (Atom)





