Pembelajaran dikatakan baik
apabila telah mencapai tujuan. Salah satu tujuan dari pembelajaran yaitu
peserta didik dapat meningkatkan potensi yang ada pada dirinya. Peserta didik
memerlukan berbagai aneka informasi yang beragam agar mampu memperluas wawasan
mereka. Mayoritas proses pembelajaran yang ada pada saat ini hanyalah
pembelajaran dengan demonstrasi. Pembelajaran yang demikian kurang mampu
mengoptimalkan potensi yang di dalam diri mereka, karena peserta didik akan
cenderung merasa jenuh dan bosan sehingga peserta didik kurang mampu menyerap
pembelajaran dengan baik. Game Edukasi dengan tim adalah pembelajaran dengan
tim yang melibatkan aktivitas seluruh siswa tanpa harus ada perbedaan, melibatkan
peran siswa sebagai tutor sebaya dan mengandung unsur permainan dengan game
digital yang dirancang untuk pengayaan pendidikan (mendukung pengajaran dan
pembelajaran) menggunakan teknologi multimedia interatif.
Pada awal pembelajaran guru
menyampaikan materi dan pokok materi game yang akan dibagikan kepada kelompok.
Pada saat penyajian kelas ini peserta didik harus benar-benar memperhatikan dan
memahami materi yang disampaikan guru, karena akan membantu peserta didik
bekerja lebih baik pada saat kerja kelompok dan pada saat permainan karena
mempengaruhi skor game. Guru membagi kelas menjadi kelompok-kelompok
berdasarkan kriteria kemampuan peserta didik dari ulangan harian sebelumnya,
jenis kelamin, etnik dan ras. Dalam belajar kelompok dengan game edukasi ini
kegiatan peserta didik adalah memainkan game edukasi bersama kelompok dan
mendiskusikan jawaban yang benar sesuai pokok materi yang telah guru sampaikan
di awal pembelajaran. Game atau permainan yang diberikan oleh guru adalah game
yang relevan dengan materi. Setiap tahap permainan, semua kelompok mendapat
skor. Dan skor tersebut dicatat oleh guru. Skor kelompok ini digunakan untuk
memberikan penghargaan kepada tim yang menang.
Game Edukasi dengan tim didasari
oleh model pembelajaran Team Games Tournamnet (TGT) yang pada awalnya
diperkenalkan oleh Johns Hopkins dan dikembangkan lebih lanjut oleh David
DeVries dan Keith Edwads. Dimensi dan tujuan dari Team Games Tournament dan
game edukasi dengan tim pun hampir sama. Game Edukasi dengan tim memiliki
dimensi kegembiraan yang diperoleh dari penggunaan permainan bersama kelompok. Game
Edukasi dengan tim memiliki tujuan yaitu sebagai salah satu jalan keluar yang
dapat mengatasi permasalahan potensi penghalang keberhasilan pembelajaran. Game
Edukasi dengan tim ini apabila diterapkan dalam proses pembelajaran maka tidak
hanya membuat peserta didik yang cerdas lebih menonjol dalam pembelajaran, tetapi
peserta didik yang berkemampuan akademi lebih rendah juga ikut aktif. Selain
itu juga akan menumbuhkan rasa kebersamaan dan saling menghargai sesama anggota
kelompoknya. Game Edukasi dengan tim sangat cocok diterapkan di Sekolah Dasar.
Namun tidak dipungkiri ada juga kekurangan dari produk ini yaitu menggunakan
waktu yang sangat lama karena guru dituntut untuk pandai memilih game edukasi
yang sesuai dengan materi dan siswa seringkali lebih focus kepada sisi game-nya
dibandingkan dengan bagian materinya. Dalam pengimplementasiannya, Team
Educational Game ini masih kurang karena terkendala dengan fasilitas pendukung
yang kurang memadai.
Suprihatiningrum, Jamil. (2013).
Strategi Pembelajaran. Jogjakarta:
Ar-Ruzz Media
Wibisono, Yudi. (2011). Educational Game (Game Edukasi). Diunduh
dari https://yudiwbs.wordpress.com//2011/01/02/educational-game-game-edukasi/, pada 15 Juni 2015

0 komentar:
Posting Komentar